Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi usai konferensi pers “BSI International Expo” di Jakarta, Jumat (14/6).
Jakarta - Direktur
Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi memastikan bahwa kondisi
likuiditas perseroan hingga saat ini tetap memadai (ample), merespon isu
penarikan dana Muhammadiyah dari bank syariah tersebut.
“Likuiditas kita ample, ya, cukup solid. Solid,” kata Hery
saat dijumpai media usai konferensi pers “BSI International Expo” di Jakarta,
Jumat (14/6)
Sebelumnya pada Senin (10/6), menjawab pertanyaan awak
media, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian
Ediana Rae juga telah memastikan bahwa BSI saat ini masih sangat likuid
sehingga tidak ada isu yang perlu dikhawatirkan terkait dengan masalah
penarikan dana Muhammadiyah.
Dari sisi normatif, menurut Dian, penarikan dana dari bank
sebetulnya peristiwa yang biasa terjadi selama bank memenuhi kecukupan dana
apabila pihak ketiga sewaktu-waktu ingin menarik dananya.
Terkait hubungan antara BSI dan Muhammadiyah, Dian
mengatakan bahwa permasalahan tersebut merupakan tugas manajemen dan pemegang
saham pengendali untuk menyampaikan komunikasi yang lebih baik kepada publik.
Dian berharap, isu penarikan dana Muhammadiyah dari BSI
dapat diselesaikan oleh pihak terkait dengan segera sehingga tidak banyak
menimbulkan spekulasi yang tidak perlu di masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah
memutuskan untuk mengalihkan dananya dari BSI ke beberapa bank syariah lain.
Pada Rabu (5/6), menanggapi isu yang bergulir di masyarakat,
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Anwar Abbas
mengungkapkan bahwa porsi penempatan dana Muhammadiyah terlalu banyak di BSI,
sementara penempatan dana di bank-bank syariah lain masih sedikit. Hal itu
secara bisnis dapat menimbulkan risiko konsentrasi (concentration risk).
Muhammadiyah, tegas Anwar, memiliki komitmen yang tinggi
untuk mendukung perbankan syariah. Oleh sebab itu, organisasi Islam itu terus
melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap masalah keuangannya.
Dalam keterangan terpisah, Corporate Secretary BSI Wisnu
Sunandar mengatakan bahwa BSI senantiasa berkomitmen memenuhi ekspektasi
seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip adil, seimbang, dan
bermanfaat (maslahat) sesuai syariat Islam. Perseroan juga akan terus berusaha
memberikan pelayanan terbaik dan berkontribusi dalam pengembangan ekonomi
syariah di Indonesia.
(riz/riz)
