Notification

×

Iklan

Iklan

Bos Jaringan Narkoba HH Club P3 Terbongkar: 11 Mobil Disita, Kapal Besar Bos Hiburan Malam Batam Mulai Goyang

Jumat, 14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T05:17:27Z

 

Foto : Barang Sitaan Team Mabes Polri



BATAM — Topeng kemewahan industri hiburan malam di Kota Batam akhirnya terkoyak. Penyelidikan kasus penangkapan ratusan butir ekstasi di **HH Club P3** oleh Tim Bareskrim Mabes Polri kini memasuki babak paling panas.


Tidak lagi hanya menyasar para pekerja lapangan, penyidik mulai membongkar dugaan gurita bisnis haram yang bersarang di balik kerlip lampu remang-remang kelab malam tersebut.


Sebanyak **11 unit mobil mewah berbagai merek** yang diduga kuat sebagai hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari transaksi narkoba resmi disita dari beberapa lokasi berbeda. Namun, sang pemilik kendaraan—nama yang tak asing lagi di peta dunia malam Batam—**Basri**, memilih langkah pengecut: kabur dan bersembunyi di Malaysia. 


Pekerja Kecil Diadili, Sang "Aktor Utama" Lari 


Pengembangan kasus ini kian menelanjangi ketimpangan yang terjadi di lapangan. Sejauh ini, 10 orang tersangka yang digelandang penyidik hanyalah para "prajurit" level bawah—mulai dari *waiter*, kapten, *pemandu lagu (LC)*, hingga *supervisor*.


Sementara itu, sosok Basri yang sepak terjangnya menaungi tempat-tempat hiburan ternama (seperti P1, P2, hingga P3) kini resmi menyandang status **Daftar Pencarian Orang (DPO)**.


"Sangat ironis jika hukum hanya tajam ke bawah kepada para pekerja yang mencari makan, tetapi tumpul kepada bos besar penikmat hasil penjualan barang haram beracun ini,"celetuk salah satu warga Batam yang mengawal isu ini.


Usahanya Berbadan Hukum, Kenapa Manajemen Puncak Masih "Adem Ayem"?


Masyarakat Kota Batam kini menuntut ketegasan total dari Mabes Polri. HH Club P3 bukanlah warung remang-remang ilegal tanpa identitas, melainkan **entitas usaha berbadan hukum**.


Sungguh tak masuk akal jika operasional penjualan ratusan ekstasi yang berlangsung bertahun-tahun ini berjalan tanpa sepengetahuan struktur di atasnya.


Publik mendesak Bareskrim Polri tidak berhenti di sosok Basri saja. Pertanyaan besar yang harus dijawab penyidik meliputi:


Tanggung Jawab Manajemen

 Sejauh mana keterlibatan jajaran Manajer hingga Direktur Utama HH Club P3?


Aliran Dana

Ke mana saja aliran uang hasil penjualan puluhan ribu butir ekstasi selama bertahun-tahun ini mengalir?


Backing Operasional

Pihak-pihak mana saja yang selama ini menerima "uang dingin" hingga kelab malam ini bisa beroperasi dengan tenang tanpa tersentuh hukum dalam waktu lama?


Masyarakat Menanti "Nyanyian" Basri


Pelarian Basri ke negeri jiran hanya menunda waktu. Masyarakat Batam kini menanti momen ketika Bareskrim Mabes Polri berhasil menyeret Basri kembali ke tanah air dan membongkar mulutnya.


Jika Basri nanti "bernyanyi", dipastikan akan banyak petinggi dan penikmat aliran dana haram di Kota Batam yang insomnia. Kasus HH Club P3 bukan sekadar penangkapan kasus narkoba biasa. 


Ini adalah ujian keberanian bagi penegak hukum untuk membongkar tuntas mafia hiburan malam hingga ke akar-akarnya. **Jangan biarkan hukum kalah oleh uang dan pelarian!**

(rd/rd) 

×
Berita Terbaru Update