Foto : Karyawan Toyota Astra Finance dan Surat Legalitas.
Medan - Terkait Video Viral yang beredar di sosial media para pihak dari Toyota Astra Finance merasa dirugikan dengan adanya video viral tersebut dimana mereka dari pihak Toyota Astra Finance merasa dirugikan karena hal yang terlihat tidak seperti kejadian sebenarnya.
Awal mula kejadian sebenarnya adalah sewaktu mereka yang membawa mobil yang menungak cicilan selama satu tahun lima bulan mau turun makan di restoran Garuda,saat ditegur pirihal mobil yang mereka bawa mereka tidak menggubris dan mereka kembali masuk ke Mobil.
Kondisi mobil tersebut menggunakan plat palsu dan yang mengendarai mobil tersebut bukan atas nama.Jadi tidak benar ada melakukan upaya penghadangan ataupun perampasan.
"Beliau malah mengatakan oalah dan langsung masuk ke mobil menutup pintu mobil dan berusaha kabur.
Mereka memvideokan kami dari dalam mobil bang,kami berusaha untuk bicara baik-baik tetapi mereka malah memanggil kawan-kawannya sebanyak kurang lebih 30 orang,"ungkap Fernando Sinaga. Rabu (25/2/2026).
Tidak lama setelah teguran tersebut, ternyata orang yang membawa mobil tersebut menghubungi kawannya yang datang semua kurang lebih 30 orang dan barulah mereka keluar.
"Saat itu mereka mulai memaki-maki kami dan mengintimidasi kami serta ingin mengajak kami ribut Bang sesudah itu mobil tersebut mereka larikan beserta kawan - kawan nya," ujar Fernando.
Pihak bank merasa dirugikan dengan video viral tersebut karena mobil tidak ditarik, dan juga disertakan surat tugas resmi berkas-berkas lengkap mulai dari sppi atau buruh sertifikasi profesi penagihan Indonesia, surat kuasa dari fidusia,bstk beserta history payment.
"Kita lengkap semua dari surat tugas kita lengkap semua mobil statusnya sementara kredit bank dan sudah tertunggak selama 1 tahun 5 bulan,"ungkap Fernando.
Dari Pihak Lising merasa dirugikan karena pihak lising tidak menarik kendaraan tersebut,hanya ingin bicara baik-baik tapi malah mereka yang membawa massa sebanyak kurang lebih 30 orang.
"Harapan kami, mereka harus mengklarifikasi bahwa berita itu tidak benar karena kami juga mempunyai video dan data-data yang lengkap, "ujar Fernando Sinaga ditemani Andre Siagian dan Andar Hutapea.
(shib/red)
