Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Utara menunjukan sejumlah barang bukti yang didapat saat penggrebekan di Kampung Muara Bahari.
Jakarta Utara - Polres
Metro Jakarta Utara menyebut para bandar (BD) narkoba di Kampung Muara Bahari
menyediakan sistem antar dan pakai di tempat untuk konsumsi barang haram
tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan
mengatakana para pengedar narkoba menyiapkan berbagai peralatan dan fasilitas
guna membuat para calon pembeli bisa nyaman memakai barang haram itu baik di
lokasi langsung atau dibawa pulang. D
ia menyebut, ada tempat yang disebut lapak bedeng atau lapak
'Apotek' atau 'Texas' yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti kasur lipat,
pendingin udara (AC), CCTV, hingga banner.
"Modusnya
ada yang dikirim, ada yang dari data, ada bong, indikasinya sepertinya
digunakan di tempat, kemudian paket paket kecil," ujar Gideon kepada wartawan,
Jakarta, Sabtu (13/7).
Lebih lanjut, dia
mengatakan bagi calon pembeli narkoba yang tidak membawa alat hisap atau bong,
penjual narkoba di Kampung Muara Bahari juga menyiapkan jasa sewa alat hisap
tersebut.
"Ada
sejumlah kertas pengumuman yang bertuliskan 'dilarang main hp', "sewa alat
Rp5000 oke", 'bayar dulu bos kuh!!!', "aku tahu tapi aku diam',"
jelas dia.
Selain itu, pada
pintu masuk bedeng tertulis sebuah nomor rekening bank yang diduga untuk
transaksi antara calon pembeli dengan pengedar narkoba.
Adapun barang
bukti utama yang diamankan kepolisian dalam kesempatan tersebut adalah
narkotika jenis sabu beserta perlengkapannya.
Rinciannya, paket
besar sabu dengan berat bruto 103 gram, kemudian 26 paket kecil sabu, 12
timbangan digital, 2 unit televisi, empat unit recorder, satu unit laptop,
empat unit sepeda motor, monitor, CCTV, hingga drone.Kemudian diamankan pula
satu unit mesin hitung uang, 14 alat hisap atau bong, 1 senapan angin, 4 air
gun berikut gas CO2, 25 senjata tajam, 1 unit drone, dan sejumlah kotak
petasan.
"Ini ada
sabu, kemudian ada tembakau sintetis dengan berbagai paket, lalu ada alat alat
seperti yang saya sampaikan tadi bong untuk menggunakan, kemudian timbangan
untuk proses penjualan di tempat, termasuk mesin penghitung uang,"
tuturnya.
(syr/syr)
