Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev (AFP/Dmitry Astakhov)
Moskow - Wakil
Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyatakan pihaknya siap untuk
memperluas kerja sama dengan ASEAN dalam pengembangan energi atom, termasuk
pembangunan pembangkit listrik dan transfer teknologi energi nuklir.
Medvedev menyebut niat perusahaan negaranya tidak hanya
untuk memenuhi kewajiban pasokan hidrokarbon mereka yang merupakan hal yang
penting bagi banyak negara saat ini, tetapi juga mengelola investasi dan proyek
teknologi canggih. Khususnya di bidang energi nuklir juga.
"Perusahaan Rosatom kami tertarik dalam memperluas
kerja sama dengan negara-negara ASEAN baik dalam pembangunan pembangkit listrik
tenaga atom dan mentransfer teknologi yang diperlukan kepada mitra,” kata
Medvedev, Selasa (18/6).
Menurut mantan Presiden Rusia itu, negaranya senantiasa
memenuhi kebutuhan para sahabat, termasuk kebutuhan nuklir dengan tujuan damai.
Untuk diketahui, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga
Hartarto saat berkunjung ke Moskow beberapa waktu lalu, sempat menjajaki kerja
sama bidang energi nuklir dengan Rusia.
Menurut Ketum Golkar itu, energi nuklir dapat menjadi salah
satu cara untuk meningkatkan keterjangkauan energi bagi masyarakat tanpa perlu
mencemari lingkungan.
“Kami juga mengajak Rusia untuk bekerja sama mengembangkan
sumber energi baru terbarukan di Indonesia,” kata Airlangga seperti dikutip
kantor berita Sputnik, Rabu (12/6).
Dalam penjajakan kerja sama tersebut, Airlangga berdiskusi
dengan Wakil CEO Rosatom (Perusahaan Nuklir Negara Rusia), Kirill Komarov.
Pada Selasa (11/6), Airlangga juga mengadakan pertemuan
dengan Medvedev. Kedua pejabat itu membahas hubungan perdagangan dan ekonomi,
energi, pembuatan mobil, pertanian, pariwisata, serta topik-topik lainnya.
(sputnik/red)